Sunday, March 18, 2007

Review: Diskusi dan Perbaikan Gizi

Diskusi dan Perbaikan Gizi

Kemarin, Sabtu, 17 Maret 2007, benar2 hari yang amat sangat menyenangkan buat kami, anak2 PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) di India. Seperti biasa, pada hari itu kami melakukan kegiatan rutin bulanan diskusi ilmiah. Namun, diskusi kali ini berbeda dengan diskusi2 sebelumnya. Bukan hanya beda tempat, tapi juga beda menu makannya, yang mmmm....uenak tenan.

Hari itu, kegiatan diskusi ilmiah yang biasanya berdomisili di wisma PPI, berpindah tempat ke Kedutaan Besar RI yang ada di New Delhi, lebih tepatnya di rumah salah satu diplomat, Bapak Kol. Laut. Nugroho Mujianto, yang menjabat sebagai Atase Pertahanan di KBRI. Hal seperti ini, sepanjang pengetahuan saya, belum pernah terjadi di dunia per-PPI-an India. Ini kali pertama, alias gebrakan baru.

Kali itu, ada dua pembicara dengan dua tema yang berbeda. Salah satu pembicara adalah bapak Nugroho sendiri yang mengangkat tema tentang Hukum Laut Indonesia dan Dunia, serta sejarah bagaimana Indonesia akhirnya disebut sebagai negara kepulauan alias archipelago. Tema ini sangat menarik buat kami, karena beliau juga menjelaskan alasan2 mengapa Malaysia ingin merebut pulau Sipandan dan tetangganya dari tangan Indonesia.

Pembicara kedua adalah, rekan kami sesama anggota PPI sekaligus Wakil Ketua, yang juga merupakan salah satu pegawai di Mahkamah Konstitusi Indonesia, Pan Mohammad Faiz Kusuma Wijaya. Faiz mengangkat tema tentang struktur ketatanegaraan RI pasca amandemen UUD. Tema ini sama menariknya dengan tema kelautan di atas, karena ternyata sudah banyak yang berubah pada struktur kepemerintahan RI yang belum kami ketahui. Tapi yang lebih menarik lagi adalah, Faiz memberikan inovasi baru, yaitu sebuah Quiz yang berkenaan dengan tema yang dibawakannya, dan berhadiah pula. Mmmm...belum pernah ada pembicara yang melakukan hal ini dalam setiap kali ada diskusi.

Selain itu diskusi ini juga merupakan diskusi termewah. Mengapa demikian? Karena selain menggunakan slide atau LCD sebagai alat bantu presentasi (setahu saya hal ini juga belum pernah dilakukan), selama proses diskusi berlangsung, kami disuguhi berbagai macam makanan ringan dari mulai pisang goreng yang hampir tidak pernah ditemukan selain di KBRI, sampai spring roll isi ayam, lengkap dengan jus buah beraneka rasa, mmmm...nyummy... Sayangnya diskusi ini tidak dapat berlanjut karena keterbatasan waktu dan kami juga harus melakukan kegiatan lain yang sudah di rencanakan yaitu olah raga bersama, yah...sambil menunggu makan malam lah. Makan malam???? Ya, pada hari itu juga ada jamuan makan malam yang dilakukan oleh bapak dan Ibu Nugroho selaku tuan rumah. Benar2 diskusi yang spesial bukan????

Ngomong2 soal makan malam, menunya juga uenak tenan. Ada sate ayam, sate kambing, sup kambing, dan yang terpenting adalah BAKSOOOOO... Belum lagi, segala kue, n cake sebagai makanan penutup, n buah untuk cuci mulut, mmmm... perbaikan gizi euuuuuyyyy.... Eiiiitt...cerita diskusi termewah ini, belum berhenti sampai disini. Masih ada lagi yang lebih menyenangkan sekaligus mengharukan. Apa itu???? Berhubung acara pada hari itu berakhir sampai larut malam sekali, sekitar jam 11 malam, Bapa dan Ibu Nugroho berbaik hati mengantarkan kami ke kediaman kami masing2, LANGSUNG TANPA SUPIR! Padahal rumah kami ga ada yang searah, satu di utara satu di selatan. Jadilah malam itu, kami berkeliling2 Delhi, dari South ke North trus ke South lagi. Saya menyebutnya around Delhi in 2,5 hours. Benar2 melelahkan, tapi menyenangkan. Bagaimana tidak, mahasiswa2 biasa diantar langsung ke rumah sama seorang Kolonel!

Aaahh... kemarin itu memang hari yang menyenangkan dan bisa dibilang bersejarah. Terima Kasih buat Bapak dan Ibu Nugroho yang sudah berbaik hati menyediakan tempat untuk diskusi kami sekaligus menyediakan makan malam yang enak sekali, plus layanan antar langsung ke rumah masing2, boleh dibilang sampe depan pintu.

Kapan lagi yah diskusi seperti ini akan terjadi lagi???


Scholarship Blog International Scholarships

 

1 Comments:

At 3:34 AM, Anonymous Anonymous said...

Kalau mau lagi yang seperti ini, jangan pulang dulu tahun ini. Stay di sini aja dulu setengah tahun untuk menikmati santainya ibukota. Kan masih ada perpanjangan Visa 6 bulan.. :)

-PMF-

Ps: Bu, Pak Lurah buat namaku pakai single "m".. Hehe..

 

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home


:: F R I E N D S ::
|| Purwarno Hadinata || Rozio || A. Fatih Syuhud || Rizqon Khamami || A Qisai || Lukman Nul Hakim|| Zamhasari Jamil|| Rini Ekayati|| Najlah Naqiyah || Zulfitri || Fadlan Achdan|| Tylla Subijantoro|| Mukhlis Zamzami|| Edward Ott|| Thinley|| Ahmed|| Dudi Aligarh|| Irwansyah Yahya|| Ikhsan Aligarh|| Zulfikar Karimuddin || Zamhasari || Pan Mohamad Faiz || Bayu || Asnadi Hasan || Umi Kalsum || Erdenesuvd Biraa || Andi Bagus || Madha Yudis || Belum mandi || Koeaing || Hamzar || Rosa || Ghifarie || Kawas || Wazeen || Swara Muslim || Forum Swara Muslim ||

Yunita Ramadhana Blog   Scholarship Blog

Yunita Ramadhana Blog   The World of English Literature


    Subscribe in NewsGator Online   Subscribe in Rojo   Add Goresan Pena Yunita to Newsburst from CNET News.com   Add to Google     Subscribe in Bloglines   Add Goresan Pena Yunita to ODEO   Subscribe in podnova     Subscribe in a reader   Add to My AOL   Subscribe in FeedLounge   Add to netvibes   Subscribe 

in Bloglines   Add to The Free Dictionary   Add to Bitty Browser   Add to Plusmo   Subscribe in 

NewsAlloy   Add to Excite 

MIX   Add to Pageflakes   Add to netomat Hub   Subscribe to Goresan Pena Yunita   Powered by FeedBurner   I 

heart FeedBurner


eXTReMe Tracker