Friday, September 29, 2006

Opini: Kebebasan Berekspresi

Kebebasan Berekspresi
Oleh: Yunita Ramadhana

(Mari berkarya..dalam puisi dan lagu..musik dan tari..layar perak panggung gerak adalah tempat kita..insan dunia..EKSPRESIkan diri...)

Mendengar lirik lagu EKSPRESI yang dipopulerkan oleh salah satu Diva Pop Indonesia, Titi Dj, menggelitik saya untuk menuangkan sedikit ide tentang kebebasan mengekspresikan ide yang ada dalam pikiran kita, tidak hanya dalam wadah yang serius tapi juga dalam wadah yang sedikit FUN.

Mengekspresikan suatu ide atau pendapat adalah hal yang sangat bagus untuk dilakukan. Setiap orang berhak untuk menyampaikan ide ataupun pendapat yang dimilikinya. Dalam pengungkapan pendapat atau ide, kita tidak hanya bisa menggunakan media yang serius seperti jurnal, artikel, majalah, atau forum diskusi yang sifatnya ilmiah,yang mungkin bagi sebagian orang sangatlah menjemukan.

Sebagai manusia kita telah di anugerahi oleh Sang Pencipta akal dan pikiran sehingga kita dapat memilih sendiri apa yang kita inginkan dan yang tidak. Dengan anugerah itu, kita bisa menentukan sarana yang manakah yang kira-kira bisa membantu kita untuk mengekspresikan ide ataupun unek-unek yang kita miliki dengan lebih terbuka dan leluasa namun masih dalam batas-batas kewajaran. Sarana manakah yang sesuai dengan keahlian kita, karena tidak semua orang mau berfikir yang rumit-rumit.

Saran lain yang mungkin tepat untuk menyalurkan ide kita adalah melalui dunia seni. Sejak zaman dahulu, baik sebelum ataupun sesudah Renaissance, banyak para seniman yang menuangkan pikiran dan ide mereka melalui puisi, drama dan novel yang biasanya merepresentasikan situasi yang sedang terjadi di masa itu. Kita ambil contoh, W.H.Auden, salah seorang penulis puisi pada era 1930-an, mencoba menuangkan apa yang dipikirkannya tentang keadaan masyarakat pada masa itu. Salah satu puisinya berjudul 'Consider This and in Our Times' menceritakan tentang kritikannya terhadap salah satu golongan masyarakat kala itu, yaitu kaum Borjuis, dimana masyarakat telah kehilangan norma-norma yang seharusnya tetap ada dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan puisi ini, dapat kita lihat bahwa kritikan ataupun ide dapat dituangkan dalam wadah seni yang kelihatannya sederhana namun penuh arti.

Selain melalui puisi,kita juga bisa menuangkan saran atau kritik kita melalui sarana yang lebih FUN lagi, misalnya melalui dunia tarik suara. Tidak perlu jauh-jauh melihat ke belakang, langsung saja kita ambil contoh IWAN FALS, salah satu penyanyi balada Indonesia yang selalu mengisi setiap lirik lagunya dengan berbagai macam krikitan terhadap situasi negara kita tercinta baik dulu maupun sekarang. Dia tidak pernah perduli walaupun kaset-kasetnya di boikot oleh pemerintah karena di anggap terlalu 'berani'. Namun pada kenyataannya apa yang ia tuliskan itu benar adanya.

Jadi, dengan bertitik tolak pada pendahulu-pendahulu kita, tidak ada lagi alasan bagi kita untuk takut ataupun bingung dalam mengungkapkan apa yang kita rasakan, apalagi di zaman yang modern seperti ini. Kita bisa melakukannya melalui jurnal-jurnal yang bersifat formal ataupun melalui dunia seni yang lebih fleksibel dan fun, seperti yang terdapat dalam lirik awal lagu EKSPRESI di atas, (Begitu banyak yang ada di benak menanti tersirat, untuk berbagi rasa berbagi suka dengan cara yang mulia..wujudkan semua harapan ke dalam cinta dan seni...) So...para kawula muda, jangan pernah takut untuk mengeksprsikan apapun yang ada di dirimu selama itu masih dalam batas-batas kewajaran dan norma-norma yang berlaku, dan satu lagi janganlah takut untuk di kritik, karena kritikan akan membuat kita lebih maju dan berpikiran terbuka. EXPRESS YOURSELF.

Scholarship Blog International Scholarships

 

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home


:: F R I E N D S ::
|| Purwarno Hadinata || Rozio || A. Fatih Syuhud || Rizqon Khamami || A Qisai || Lukman Nul Hakim|| Zamhasari Jamil|| Rini Ekayati|| Najlah Naqiyah || Zulfitri || Fadlan Achdan|| Tylla Subijantoro|| Mukhlis Zamzami|| Edward Ott|| Thinley|| Ahmed|| Dudi Aligarh|| Irwansyah Yahya|| Ikhsan Aligarh|| Zulfikar Karimuddin || Zamhasari || Pan Mohamad Faiz || Bayu || Asnadi Hasan || Umi Kalsum || Erdenesuvd Biraa || Andi Bagus || Madha Yudis || Belum mandi || Koeaing || Hamzar || Rosa || Ghifarie || Kawas || Wazeen || Swara Muslim || Forum Swara Muslim ||

Yunita Ramadhana Blog   Scholarship Blog

Yunita Ramadhana Blog   The World of English Literature


    Subscribe in NewsGator Online   Subscribe in Rojo   Add Goresan Pena Yunita to Newsburst from CNET News.com   Add to Google     Subscribe in Bloglines   Add Goresan Pena Yunita to ODEO   Subscribe in podnova     Subscribe in a reader   Add to My AOL   Subscribe in FeedLounge   Add to netvibes   Subscribe 

in Bloglines   Add to The Free Dictionary   Add to Bitty Browser   Add to Plusmo   Subscribe in 

NewsAlloy   Add to Excite 

MIX   Add to Pageflakes   Add to netomat Hub   Subscribe to Goresan Pena Yunita   Powered by FeedBurner   I 

heart FeedBurner


eXTReMe Tracker